PKK Jatim Berupaya Merevitalisasi Posyandu

PKK Jatim Berupaya Merevitalisasi Posyandu

Tahun 2012 ini, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jatim, bakal berupaya merevitalisasi Posyandu. Tujuannya untuk menyejahterakan keluarga Indonesia. “Melalui pemberdayaan kader ini, seperti forum seminar akan menambah pengetahuan dan pengalaman anggota PKK,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo, di sela-sela seminar Penguatan Penyelenggaraan Posyandu Peduli Tumbuh, Aktif, Tanggap (TAT) di Jatim Expo, Rabu (23/5).

Bude Karwo sapaan Nina Soekarwo mengatakan, jumlah Posyandu di Jatim saat ini sebanyak 45.603 unit, dengan klasifikasi kader  pratama sebanyak 44.136 unit (9,07 persen), madya 18.533 (40,64 persen), purnama 21.041 (46,14 persen) dan mandiri 1.893 (4,15 persen). Jumlah kader tercatat 226.829 orang,  yang aktif sebanyak 205.227 orang. Menurut dia, konsep pengembangan Posyandu ditujukan untuk percepatan penurunan angka kematian ibu, dan angka kematian bayi yang kegiatannya meliputi kesehatan ibu  dan anak, gizi, imunisasi dan KB.

“Posyandu merupakan entry point yang bagus untuk mengembangkan program-program pembangunan, dan diharapkan ada pengembangan Posyandu yang menarik dan inovatif,” katanya.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, kata Bude Karwo, Posyandu bertekad membentuk 10.000 Taman Posyandu pada akhir 2013, yaitu Posyandu yang ditambah dengan PAUD dan BKB (Bina Keluarga Balita) yang merupakan langkah kongkrit dalam mewujudkan generasi emas.

“TP PKK  Provinsi Jatim bertekad membentuk 10.000 taman Posyandu pada akhir 2013 yaitu Posyandu yang ditambah dengan PAUD dan BKB,” kata istri Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo ini. PKK Jatim telah memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada kader yang bertujuan mensejahterakan keluarga. Diantaranya bagaimana mengatur pola asuh balita dalam memberikan asupan gizi, rancangan pendidikan, bina balita dan kesehatan keluarga.

Peran aktif kader PKK sangat dibutuhkan dalam memberikan sosialisasi dan aplikasi menuju keluarga sejahtera kepada ibu rumah tangga. Untuk mewujudkan tujuan tersebut setiap kader PKK harus dibekali dengan keahlian.

Sedangkan untuk menuju kesejahteraan keluarga, menurut Bude, anak-anak dicukupi kebutuhan esensial untuk tumbuh dan berkembang dengan diberi layanan yang holistik yakni, gizi dan pemeliharaan kesehatan, rangsangan pendidikan, pengasuhan yang benar dari lingkungan keluarganya dan perlindungan keluarga.

Terkait dengan penyiapan generasi emas, Bude mengatakan, masih terdapat 2,7 juta anak usia dini (68,22 persen) yang belum mendapat pelayanan PAUD Holistik-Integratif. Sementara yang sudah mendapat layanan 1,2 juta anak. Namun masih bersifat parsial belum menyangkut kebutuhan esensial anak tumbuh dan berkembang.

“Dengan terbentuknya 10.000 Posyandu nanti diharapkan permasalahan tersebut dapat teratasi,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua Umum PKK Pusat,  Vita Gamawan Fauzi, Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu, Sulawesi Barat, Lampung, Balim Sultra, Riau, Gorontalo, Sumbar, Sulsel dan DKI Jaya.

Sumber : Harian Bhirawa (24/5/2012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *