Posyandu Jangan Lepas KB

Posyandu Jangan Lepas KB

Saat ini PKK Jawa Timur melalui Ketua Tim Penggerak PKK Ibu Nina Soekarwo sedang gencar membangun sepuluh ribu Taman Posyandu. Beda dengan posyandu biasa, taman posyandu ini mempunyai tambahan tugas mengelola PAUD. Hanya saja perlu diingat jangan sampai karena tambahan tugas tersebut tugas pokok posyandu jadi terabaikan. Dulu posyandu memiliki lima tugas utama yakni mengupayakan kesehatan ibu dan anak, tentang gizi keluarga, penanggulangan diare, imunisasi anak dan masalah KB.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BKKBN Jawa Timur Ibu Djuwartini, SKM, MM sesaat sebelum membuka secara resmi Rapat Koordinasi Teknis Kemitraan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana bersama  PKK Pemprov Jatim 2013 di gedung Lestari kantor Perwakilan BKKBN Jatim Jl. Airlagga Surabaya, Rabu 12 Juni 2013.

Hadir dalam acara dengan tema “Optimalisasi percepatan pembangunan Kependudukan dan Keluarga berencana Nasional melalui Pencapaian MDGs 2015 melalui Kerjasama BKKBN dengan mitra kerja”  para pengurus PKK Provinsi Jawa Timur serta para Ketua Tim Pengurus PKK Kabupaten Kota Pokja 2 dan Pokja 4 se Jawa Timur.

Dalam rakornis yang merupakan tindak lanjut rakornis tingkat nasional Maret 2013 lalu, Ibu Djuwartini lebih lanjut mengatakan kerjasama antara PKK dan BKKKBN sudah begitu lama dalam upaya menyelesaikan program-program yang dibebankan dari pemerintah. Saat ini saling bau membahu untuk mencapai program yang telah ditetapkan bersama yakni MDGs.

“Gerakan PKK dengan sepuluh program pokok PKK merupakan satu-satunya institusi mitra Pemerintah yang mampu bekerja sampai di akar rumput” ujar Ibu Djuwartini. Para anggota PKK ini akan mampu menggantikan tugas para PLKB yang saat ini jumlahnya semakin berkurang, imbuhnya.

“Banyak program KB yang dikerjakan bersama PKK dan hasilnya mampu meningkatkan secara signifikan target cakupan peserta KB, antara lain dengan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan” kata bu Djuwartini.

Menyinggung target-target yang ditentukan dalam MDGs pada tahun2015 Jawa Timur sudah mampu mewujudkan, antara lain angka kematian ibu melahirkan dengan terget 102/100.000 kelahiran hgidup Jawa Timur sudah mencapai 93/100.000 kelahiran hidup sedang nasional angkanya di tahun 2010 masih mencapai 228/100.000. Untuk angka kamatian bayi lahir Jawa Timur sudah mampu menekan dengan angka 29,9 /1000 kelahiran sedang secara nasional masih 34/1000.

“Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana PKK ikut berpartisipasi agar rata-rata kawin pertama para remaja dapat dinaikan menjadi umur 20 untuk wanita dan 25 untuk pria. Ini penting karena saat ini ada 8 juta usia remaja yang siap masuk jenjang perwakiwan atau 17 persen”  ungkap bu Djuwartini. Apa lagi mengingat rata rata remaja kita berkeinginan punya anak 2, 34, ada kecenderungan meningkat. Sudah barang tentu ini akan meningkatkan angka mematian ibu dan angka kematian bayi, terangnya.

Ibu Djuwartini juga memohon kepada para ibu PKK untuk kembali memasyarakatkan  jargon dua anak cukup untuk menggantikan jargon dua anak lebih baik yang ternyata kurang mantap,  pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *