RAKORNIS KEMITRAAN PROGRAM KKB : Aisyiyah dan Nasyiyatul Salah Satu Pilar Mitra BKKBN

RAKORNIS KEMITRAAN PROGRAM KKB : Aisyiyah dan Nasyiyatul Salah Satu Pilar Mitra BKKBN

“Aisyiyah dan Nasyiyatul sebagai organisasi keagamaan yang memiliki basis kuat di masyarakat merupakan salah satu pilar mitra BKKBN yang begitu besar kontribusinya dalam mendukung keberhasilan pencapaian program kependudukan dan KB.”

Hal Tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Ibu Djuwartini, SKM, MM ketika membuka Rapat Koordinasi Teknis Kemitraan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana bersama Aisyiyah dan Nasyiyatul, Tanggal 30 April 2013 di Ruang Libi Kantor Perwakilan BKKBN Jawa  Timur.

Lebih Lanjut Ibu Djuwartini mengatakan, menjelang seabad gerakannya, perkembangan Aisyiyah dan Nasyiyatul Jawa Timur sangat pesat, memiliki  cabang di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Jaringannya pun tersebar hingga ke pelosok. Hal ini tentu saja sangat pas bila disinergikan dengan upaya mensosialisasikan program kependudukan dan KB yang tidak hanya di wilayah perkotaan namun juga sampai ke wilayah galcitas (tertinggal, terpencil dan perbatasan). Didukung dengan komitmen yang kuat dari pengelola program KB di lini lapangan juga para kader dari Aisyiyah maupun Nasyiyatul diharapkan program KKB terutama di wilayah grassroad dapat berkembang dengan baik.

“Mengacu pada misi Aisyiyah yang diwujudkan dalam bentuk amal usaha, program dan kegiatan yang dapat disinergikan dengan program KKB diantaranya adalah meningkatkan pendidikan, mengembangkan kebudayaan, memperluas ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menggairahkan penelitian; memajukan perekonomian dan kewirausahaan ke arah perbaikan hidup yang berkualitas; meningkatkan dan mengembangkan kegiatan dalam bidang-bidang sosial, kesejahteraan    masyarakat, kesehatan, dan lingkungan hidup,  tentu selaras dengan misi BKKBN yaitu untuk mewujudkan pembangunan yang berwawasan kependudukan dan mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera,” ujar Ibu Djuwartini.

Dijelaskan,  misi tersebut dilakukan melalui penyerasian kebijakan pengendalian penduduk; penetapan parameter penduduk; peningkatan penyediaan dan kualitas analisis data dan informasi; pengendalian penduduk dalam pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana; serta mendorong stakeholder dan mitra kerja untuk menyelenggarakan pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, pemenuhan hak-hak reproduksi, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga peserta KB.

Ditambahkan oleh orang nomor satu di Perwakilan BKKBN Jatim, sesuai visi kedua belah pihak tersebut, maka sepakat  Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dan PW Aisyiyah Jawa Timur serta PW Nasyiyatul Jawa Timur untuk menuangkan kerjasama dalam bentuk kesepakatan bersama pada tahun 2012 dengan Aisyiyah dan pada tahun 2009 dengan Nasyiyatul. Substansi dari kesepakatan bersama tersebut adalah  kegiatan Advokasi dan KIE; kegiatan pengembangan institusi masyarakat pengelola program KKB; pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi yang berkualitas bagi masyarakat, terutama Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I (KS-I), pencegahan infeksi menular seksual, NAPZA, HIV dan AIDS, deteksi dini kanker alat reproduksi, penurunan kematian maternal, bayi dan anak serta meningkatkan derajat kesehatan; pengembangan program BKB dan GenRe (PIK-Remaja) di lingkungan ‘Aisyiyah/Muhammadiyah dan Nasyiyatul.

“Sekaitan dengan komitmen yang tertuang dalam MoU antara BKKBN dan Aisyiyah dan Nasyiyatul  di atas, khususnya menyangkut pelayanan  KB dan kesehatan reproduksi, kami berharap banyak terhadap keberadaan Rumah Sakit maupun Rumah Bersalin Aisyiyah yang tersebar di seluruh pelosok Jawa Timur untuk dapat mendukung pelayanan KB terutama bagi keluarga Pra Sejahtera dan KS I, yang menurut hasil Pendataan Keluarga tahun 2012 di Jawa Timur ada 42,96%,” katanya.

Ibu Djuwartini berharap,  dengan terbukanya pelayanan RS/RB Aisyiyah di wilayah Jawa Timur, terutama bagi masyarakat miskin dapat mengurangi pelayanan kelahiran melalui jasa tradisional sehingga membantu usaha dalam penurunan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. Saat ini AKI di Indonesia adalah 228 per 100.000 kelahiran, sementara target yang ingin dicapai adalah 102 per 100.000 kelahiran, kondisi di Jawa Timur tercapai 101. Seperti kita ketahui bahwa AKI merupakan salah satu indikator atau goal yang harus dicapai dalam MDG’s. Tingginya AKI akan menentukan derajat kesehatan dan kualitas penduduk dari suatu negara. Kita semua tentu mengharapkan agar peringkat indeks pembangunan manusia Indonesia (IPM) dapat meningkat dibandingkan saat ini yaitu kita berada pada posisi 124 dari 187 negara. Sehingga dapat kita katakan bahwa keberadaan RS/klinik Ibu dan Anak sangat urgent dalam program KKB di Indonesia.

Menurut laporan Ketua Panitia Penyelenggara, Kepala Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi Waluyo Ajeng Lukitowati, SSt, MM, Rakornis Kemitraan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana bersama Aisyiyah dan Nasyiyatul Tingkat Jawa Timur merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Nasional Pelaksanaan Percepatan Revitalisasi Program Kepandudukan dan KB (KKB) Kemitraan BKKBN dengan Mitra Kerja pada tanggal 13 Maret 2013 s/d 17 April 2013 di Jakarta.

Rapat Koordinasi Teknis Program KKB bersama Mitra Kerja tahun 2013 di Provinsi Jawa Timur ini bertemakan  “Optimalisasi Percepatan Pembangunan Kependudukan dan KB Nasional Menuju Pencapaian MDGs 2015 melalui Kerjasama BKKBN Dengan Mitra” dengan tujuan meningkatnya operasional dan koordinasi pelaksanaan revitalisasi Program Kependudukan dan KB Nasional untuk mempercepat pencapaian sasaran Pembangunan Kependudukan dan KB menuju MDGs 2015. Sedangkan tujuan khusus kegiatan ini antara lain tersusunnya Rencana Kegiatan Program Kependudukan dan KB bersama mitra Tahun 2013 di Jawa Timur. Terlaksanannya strategi dan langkah-langkah operasional akselerasi Program Kependudukan dan KB Tahun 2013 di Jawa Timur. Dan tercapainya target dan sasaran pelaksanaan operasional Program Kependudukan dan KB Tahun 2013di Jawa Timur. Pesarta Rakornis berjumlah 90 orang dari seluruh PW Aisiyah (Prov, Kab/Kota, PW Nasiyatul NU (Prov, Kab/Kota).

Materi yang di  paparkan dalam kegiatan ini meliputi Materi mengenai Program KKB, terdiri dari  Kebijakan dan Strategi Program KKB di Jawa TImur Akselerasi Bidang ADPIN, Masalah dan Tantangan Program KKB Th 2013. .Materi Khusus sesuai dengan bidang penggarapan  Mitra Kerja dalam mendukung Program KKB di Jawa Timur tahun 2013, Dukungan Aisyiyah Dalam Program KKB Di Jawa Timur.

Dari Rakornis ini diharapkan akan tersususnnya rencana operasional 2013 dalam mendukung percepatan pencapaian program KKB di Jawa Timur melalui peran Aisyiyah dan Nasiyatul Jawa Timur.(AT/Humas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *