Santri Darul Ulum Dibekali Kesehatan Reproduksi

Santri Darul Ulum Dibekali Kesehatan Reproduksi

Jombang – Sekitar seribu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Rejoso, Peterongan Jombang mengikuti sosialisasi pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang digelar BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana) dengan LKKNU (Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama) Jawa Timur di kampus Unipdu (Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum), Jumat (27/7/2012).

Hadir dalam acara tersebut, Sudibyo Alimoeso, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga. Pria kelahiran Pacitan ini menerangkan secara panjang lebar tentang kesehatan reproduksi remaja.

“Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya. Dengan informasi yang benar, diharapkan mereka memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi,” kata Sudibyo dihadapan seribu-an hadirin.

Lebih jauh, Sudibyo menyebutkan pengetahuan dasar yang perlu diberikan kepada remaja agar mereka mempunyai kesehatan reproduksi yang baik. Semisal, bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi, pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual, serta kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya.

Acara yang digelar di halaman kampus Unipdu tersebut dikemas dalam bentuk seminar. “Ini sekaligus untuk membentengi santri agar tidak terjebak dalam narkoba. Karena seiring bergulirnya waktu, narkoba juga menyasar pesantren,” kata pengasuh Ponpes Darul Ulum, KH Zahrul Azhar As’ad yang juga wakil ketua LKKNU Jatim.

Sumber: www.beritajatim.com/detailnews.php/11/Pendidikan_&_Kesehatan

 

Gus Ipul : Ponpes Harus Waspadai Bahaya Narkoba

Pondok pesantren (Ponpes) harus mewaspadai bahaya narkoba, melalui upaya ini diharapkan Ponpes bisa menjadi salah satu ujung tombak untuk memberantas narkoba.

Hal itu diutarakan Wakil Gubernur Drs. H. Saifullah Yusuf  yang akrab disapa Gus Ipul pada Pembukaan Seminar Nasional Bahaya Narkoba & HIV/Aids, di Kampus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU), Jombang, pada hari Jum’at (27/7) lalu.

Menurutnya, seminar ini sangat penting untuk memberikan penyadaran pada masyarakat khususnya di lingkungan Ponpes, bahwa ada bahaya disekitar kita yang perlu ditangani bersama. Hal-hal yang tidak terduga bisa saja terjadi.

“Seperti misalnya di suatu daerah, pabrik narkoba berada di samping masjid, atau pondok menjadi sasaran peredaran narkoba, maka dari itu Ponpes wajib terlibat dalam usaha memberantas narkoba salah satunya dengan mewaspadai maraknya peredaran narkoba ini, dan bisa jadi di berbagai tempat yang tidak diduga sebelumnya.”

Gus Ipul mengungkapkan, bahwa selama tiga tahun terakhir pengguna narkoba terus meningkat, Jatim menempati urutan ketiga kasus narkoba, setelah DKI dan Jawa Barat.

”Saya ingin UNIPDU jadi contoh bagi pondok pesantren lain yang punya kepedulian terhadap Narkoba dan HIV/AIDS, dan bisa ikut menjadi ujung tombak untuk memberantas narkoba di Jatim sehingga bisa membantu menurunkan penularan HIV/AIDS. Seseorang apabila sudah terkena narkoba, masa depannya akan rusak dan  sangat  beresiko terkena HIV/AIDS,” sambungnya.

Hadir dalam kesempatan itu Pengasuh UNIPDU; Drs. Moch Zainudin, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN; Dr. Sudibyo Alimoeso, MA, Kepala BKKBN Jatim; Djuwartini, SKM, MM, Ketua PW LKK NU Jatim; Tanzil Furqon, dan sekitar seribu santri UNIPDU. (AT/Humas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *