Sarasehan Kependudukan bersama Koalisi Kependudukan Kabupaten Bojonegoro

Sarasehan Kependudukan bersama Koalisi Kependudukan Kabupaten Bojonegoro

          Bertempat di Ruang Batik Madrim Pemkab Bojonegoro, Kamis 26 September 2013 digelar Sarasehan Kependudukan bersama Koalisi Kependudukan Kab. Bojonegoro. Acara yang difasSarasehan Kependudukanilitasi oleh Badan PPKB Kab. Bojonegoro ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kab. Bojonegoro selaku pengarah Koalisi Kependudukan. LSM, Akademisi, Mahasiswa dan SKPD terkait juga hadir dalam acara tersebut. Sekretaris Koalisi Kependudukan Jawa Timur, Lutfi Agus Salim, SKM., M.Si turut hadir dan memberikan materi tentang “Menggalang Komitmen Bersama Menuju Pembangunan Berwawasan Kependudukan”.

         Dalam kesempatan tersebut, Bapak Sekda memaparkan tentang Peran Koalisi Kependudukan Dalam Pencapaian Indikator Kependudukan RPJMD 2013-2018. Beliau mengemukakan bahwa kemajuan suatu bangsa juga diukur berdasarkan indikator kependudukan. Ada kaitan yang erat antara kemajuan suatu bangsa dengan Laju Pertumbuhan Penduduk yang lebih kecil, Angka Harapan Hidup yang lebih tinggi, dan kualitas pelayanan sosial yang lebih baik. Pembangunan harus memenuhi prinsip pembangunan berkelanjutan, yaitu memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. Minimal ada tiga pilar yang harus diperhatikan yaitu Pembangunan Ekonomi, Sosial dan Lingkungan Hidup yang diintegrasikan kedalam dokumen RPJPD dan RPJMD. Sementara itu, Lutfi Agus Salim SKM, M.Si dalam paparannya mengatakan bahwa ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan Program Kependudukan dan KB di Bojonegoro. Setidaknya ada 7 hal yang harus menjadi perhatian yaitu 1).sex ratio lansia 78, 2).kelompok umur 10-14 tahun lebih besar daripada kelompok umur 15-19,20-24 dan 25-29, 3).usia menikah pertama perempuan masih rendah (18,95 th), 4).ASFR usia 15-19 dan 20-24 tahun lebih tinggi daripada Jawa Timur meskipun TFRnya lebih rendah, 5) Pendidikan Perempuan yang ber-KB sebagian besar masih SD, 6). Angka Kematian Bayi masih lebih tinggi daripada Jawa Timur, dan 7) Indeks Pembangunan Manusia masih rendah (ranking 30 dari 38 Kab/Kota).

Sarasehan Kependudukan ini juga menghadirkan beberapa narasumber yang mengupas tentang analisisNarasumber Sarasehan dampak kependudukan terhadap berbagai bidang diantaranya bidang ekonomi, ketahanan pangan, pertanian dan lingkungan hidup. Tri Suwarno, SH,MM (Ketua STIE Cendekia) mendapatkan kesempatan pertama untuk memaparkan materi “Analisis Kependudukan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi”. Dalam paparannya beliau mengupas tentang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro yang terus mengalami penurunan sejak tahun 2010 meskipun masih tergolong tinggi di kawasan Jawa Timur. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama, karena tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut sangat dipengaruhi oleh sektor pertambangan dan galian. Perlu adanya kontribusi dari sektor lain agar tercapai pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *