Sarasehan PUP guna menurunkan Laju Pertumbuhan Penduduk

Sarasehan PUP guna menurunkan Laju Pertumbuhan Penduduk

Malang, (08/05) Badan Keluarga Berencana Kabupaten Malang pada hari Rabu, 8 Mei 2013 telah menyelenggarakan Sarasehan Pendewasaan Usia Perkawinan di Pendopo Agung Kabupaten Malang yang dihadiri oleh Bupati Malang H. Rendra Kresna, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Suhartuti, MM, Kepala SKPD se Kab. Malang, Ketua PKK Kabupaten Malang, Dharma Wanita, Para Camat, forum FKUB beserta organisasi lainnya, dengan peserta sebanyak ± 540 yang terdiri dari Kasie Kesra, PLS Diknas, Bidan Puskesmas, KUA, Toga/Toma, PPLKB, PKK Kecamatan, PIK KRR, dan Kader KB se Kabupaten Malang.

Sukowiyono, SH, MM selaku Kepala Keluarga Berencana Kabupaten Malang menjelaskan terkait acara sarasehan yang bertema “Dengan Kompeten Bersama, Kita Tingkatkan Pendewasaan Usia Perkawinan Guna Menurunkan Laju Pertumbuhan Penduduk di Kabupaten Malang” diharapkan mampu menekan usia pernikahan dibawah usia 20 tahun dan penyampaian materi bisa dipahami semaksimal mungkin. Pemuda sebagai generasi penerus bangsa, muda dalam usia sudah selayaknya dengan tubuh yang sehat, memiliki pemikiran yang cerdas pula.

Membentuk pemuda yang cerdas dan sehat harus memiliki wawasan yang luas serta memiliki rasa nasionalisme yang tinggi tentunya akan bisa menjadi modal pembangunan suatu bangsa. Dengan tujuan menyamakan persepsi tentang PUK dalam tekan laju pertumbuhan penduduk dan teruwujudnya komitmen bersama diharapkan mampu mendorong pengelola KB, stake holder dan masyarakat akan pentingnya PUK, dan terwujudnya keluarga kecil yang bahagia. “PUK itu penting, karena semakin dewasa usia perkawinan maka seorang wanita mempunyai masa reproduksi yang semakin pendek, antara usia 20-34 tahun ini usia ideal produktif”, jelas Suhartuti.

Menurut data sensus tahun 2010 jumlah penduduk jatim  mencapai 37,4 juta. Penduduk berusia 10-24 th di Provinsi Jawa Timur sebesar 8.965.537 jiwa atau 23,9 % dimana usia perkawinan pertama berdasarkan laporan rutin dari Provinsi Jawa Timur terdapat 19,58 % yang menikah sebelum usia 20 tahun, sedangkan Kab. Malang wanita menikah dibawah 20 tahun sebesar 32% sehingga di Kabupaten Malang lebih besar dari Provinsi Jawa Timur. Suhartuti menjelaskan bahwa usia yang diharapkan mampu mewujudkan program KB ini adalah usia 21 s/d 25 tahun untuk usia pertama perkawinan, “melalui sarasehan ini diharapkan usia kawin pertama prosentasenya bisa menurun lebih-lebih jika bisa sampai di bawah angka Jawa Timur”, lanjutnya. Karena remaja merupakan potensi bangsa dan aset bangsa harusnya mampu menjadi SDM  yang berkualitas, bukan sebaliknya menjadi beban pembangunan dengan melakukan hal-hal negatif saat ini yang marak seperti pergaulan bebas, hamil diluar nikah, penggunaan narkoba, dan penularan HIV/AIDS.

Melalui Program Keluarga Berencana, BKKBN bermaksud meningkatkan kualitas pemuda sasaranya adalah PIK Remaja usia 10-24 tahun dan Bina keluarga remaja yaitu keluarga yang memiliki anak  di usia 20-24 tahun dengan harapan semakin banyak remaja yang bisa mengakses program ini, maka akan banyak pula pemuda yang tidak menikah muda dan terhindar dari seks bebas dan memiliki life skill sehingga bisa mewujudkan keluarga yang bekualitas. Semakin banyak yang berpartisipasi untuk mensukseskan hal ini maka tujuan akan semakin mudah tercapai dan program Gender melalui PIK remaja bisa terwujud.

Bupati menambahkan dalam sambutannya, pentingnya acara sarasehan ini bagi peserta yang diantaranya terdiri dari bapak dan ibu yang akan menjadi agen yang mampu menyampaikan bahwa Pendewasaan Usia Perkawinan itu sangat penting baik bagi pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun  Nasional mengingat jumlah penduduk di Kabupaten Malang berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mencapai 3.046.000 dengan komposisi 1.524.000 laki-laki dan 1.518.000 perempuan. “Penduduk yang besar akan menjadi potensi jika mereka merupakan SDM yang unggul, mumpuni, dan berkualitas, namun jika mereka tidak memiliki keahlian maka akan jadi beban pembangunan, disisi lain pembangunan masih memerlukan dana-dana untuk percepatan pembangunan”, terang Rendra Kresna.

Diharapkan pemuda bisa jadi agen pembangunan didaerahnya sendiri dengan melakukan pembangunan-pembangunan didaerahnya sendiri, bukan berbondong-bondong bekerja ke kota, meski selama ini jumlah penduduk Kabupaten Malang yang besar ini tidak terjadi permasalahan, namun tetap saja perlu dikendalikan salah satunya melalui Pendewasaan Usia Perkawinan. Tercatat yang menikah muda lebih  dari 26.500 pasangan per tahunnya. Banyaknya yang terjadi di usia muda dari segi  perceraian dan  KDRT, hal ini terjadi karena usia dari masing-masing  pasangan masih belum dewasa dari sisi pemikiran. Terdapat tiga kecamatan yang usia perkawinannya dinilai cukup besar diantaranya Kecamatan Tumpang, Tirtoyudo, Pujon, Wajak, dan Jabung. Sedangkan yang usia perkawinannya kecil terdapat di Kecamatan Donomulyo, Bantur dan Gedangan.

Pada acara sarasehan PUP tersebut menghadirkan para akademisi sebagai narasumber yang antara lain : tentang Kajian Undang-undang Perkawinan disampaikan oleh Dra. Tri Susantari, MSi dari Pusat Study Gender Univ. Airlangga Surabaya dan untuk pemateri Kesehatan Reproduksi disampaika  oleh dr. Thontowi Jauhari, NS. Mkes. dari Univ Muhammadiyah Malang. (cak_f1q)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *