Saya menyesal Karena Kawin Muda

Saya menyesal Karena Kawin Muda

“Saya menyesal kenapa saya harus kawin muda, banyak persoalan yang akhirnya menimpa keluarga kami yang memang belum siap secara  social ekonomi, fisik maupun mental. Dan pada gilirannya saya harus bercerai, suami saya meningalkan saya tanpa tanggungjawab. Cita-cita saya pun akhirnya berantakan”.Demikian diungkapkan Vita (nama samaran),  dengan terbata-bata kepada lebih kurang 160 peserta Talk Show Dilema Pernikahan di Bawah Umur bertempat di Kampus UBAYA, Surabaya (24/8).

Testimoni senada, tidak  hanya diungkapkan oleh Vita, tetapi juga beberapa ibu muda yang mengalami kehancuran rumah tangga karena kawin muda.

Acara Talk Show yang diadakan oleh Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Perwakilan BKKBN Prov. Jatim, dibuka oleh Kepala Perwakilan yang diwakili oleh Kepala Bidang KS dan PK Drs. Ramli Charles P.Apt.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Djuwartini, SKM, MM dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabid KS dan PK mengingatkan dalam menangani remaja dengan segala keunikannyua, maka pola pendekatan dan bentuk kegiatanya harus berpihak pada ciri dan perilaku gaya remaja.

“Agar kegiatan yang kita desain dapat menjadi kegiatan yang diminati remaja, maka nuansa yang ramah remaja dan ramah mahasiswa haruslah tetap menjadi perhatian utama” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Jatim. Dicontohkan, sepertihalnya program PKBR yang dilaksanakan melalui pendekatan kelompok sebaya. Pendekatan kelompok sebaya ini diimplementasikan ke dalam program pembentukan dan pengembagnan  Pusat Informasi dan Konseling Remaja dan Mahasiswa (PIK Remaja dan PIK Mahasiswa). Ditambahkan bahwa di Jawa Timur kini sudah berhasil dibentuk dan dikembangkan kurang lebih 1.480 PIK Remaja dan termasuk diantaranya 71 PIK yang berbasis di kampus.

Di akhir sambutannya Kepala Perwakilkan BKKBN Jatim Djuwartini, SKM MM menitipkan harapan agar usai mengikuti Talk Show, kiranya para peserta  dapat lebih memahami dan menyebarluaskan pentinya menghindari  pernikahan di bawah umur dalam rangka memujudkan Gerakan Berencana (GENRE) yang berkarakter dan berakhlak. Generasi Berencana adalah generasi muda  yang merencanakan dan melaksanakan pernikahan di atas umur 20 tahun untuk wanita dan diatas umur 25 tahun  untuk laki-laki.

Kepala Subbidang Bina Ketahanan Remaja  Perwakilkan BKKBN Jatim  Ir. Soehoedi Sanjoto, MM  menambahkan  talk show yang diikuti para mahasiswa dan PIK Remaja/Mahasiswa ini menampilkan narasumber Kepala Bidang KS dan PK Drs. Ramli Charles P, Apt membahas Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP),  N.K. Endah Triwijati ( Kelompok Studi Gender Fak. Psikologi Ubaya/Savy Amira Women’s Crisis Center) membawakan makalah dengan judul  Pernikahan Dini : Sebuah pilihan bebaskah ? dan Yoan Nursari Simanjuntak  dengan judul makalah Perkawinan di Bawah Umur, Perspektif Hak Anak. (AT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *