“Seorang Pemimpin Harus Berani Lakukan Perubahan”

“Seorang Pemimpin Harus Berani Lakukan Perubahan”

 

“Saya harap pejabat struktural yang baru saja dilantik agar mampu mengembangkan potensi di bidang tugas yang baru, sesuai dengan tuntutan organisasi. Seorang pemimpin harus berani melakukan perubahan atau terobosan baru,” demikian disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Djuwartini, SKM, MM pada pelantikan  enam pejabat eselon IV di lingkungan kantor Perwakilan BKKBN Jatim, 14 Agustus 2012 lalu.

Ditambahkan, seorang pemimpin juga dituntut memiliki kedisiplinan, keberanian, dan ketegasan dalam mengelola dan mengendalikan keuangan, program dan orang-orang dalam jajarannya.”Jangan takut atau khawatir dengan perubahan selama perubahan itu tidak bertentangan dengan peraturan atau ketentuan yang berlaku” tegas Djuwartini, SKM, MM.

Kepada pejabat baru tersebut, Ibu Djuwartini, SKM, MM wanti-wanti, agar dalam upaya meningkatkan prestasi kerja di lingkungan BKKBN supaya berpedoman  pada semangat CUK, yakni cerdas, ulet dan kemitraan. Cerdas, menurut ibu Djuwartini yakni dengan membuat rencana yang baik yang didasarkan pada data dan informasi yang akurat dengan menggunakan metode yang baik, pengaturan waktu yang efisien dan target-target hasil yang jelas. Ulet artinya selalu bekerja bersungguh-sungguh dan siap memberikan yang terbaik bagi organisasi, disiplin, penuh tanggungjawab, tangguh dan tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan kesulitan dalam tugas. Sedang Kemitraan yaitu mampu menggalang kemitraan baik secara eksternal maupun internal, mampu berkomunikasi dengan baik dan bisa dipahami serta diterima baik oleh orang lain, mampu menghargai dan mendengarkan orang lain, jangan egois, jangan menang sendiri dan merasa pintar sendiri.

Selanjutnya Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Djuwartini, SKM, MM juga mengajak seluruh karyawan BKKBN Jatim untuk bersungguh-sungguh dalam mewujudkan Visi dan Misi dengan :

1.Melaksanakan tugas harus dilandasi tanggungjawab, dedikasi, profesionalisme dan integritas tinggi.

  1. Setiap unit kerja khususnya unit kerja Mision Center harus mempunyai NSPK seperti peraturan/pedoman/SOP, sedangkan untuk Service Level Agreement (SLA) sebagai landasan pengelolaan/kegiatan termasuk didalamnya evaluasi dan monitoring.
  2. Tingkatkan kompetensi pegawai melalui bimbingan pembinaan dan palatihan serta kembangkan inovasi/kreatifitas dalam pengelolaan program dan kegiatan di linkungan kerja masing-masing.

4.Tingkatkan akuntabilitas dan hindarkan diri dari penyalahgunaan/penyimpangan penggunaan keuangan dan ketidakdisiplinan sesuai dengan apa yang  telah kita sepakati dan tanda tangani bersama dalam Pakta Integritas.

  1. Komponen/Unit terkait segera menindaklanjuti langkah-langkah sesuai pedoman Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi di lingkungan BKKBN. Sehingga yang dicanangkan dan sepakati dapat segera diimplementasikan.

Enam pejabat Eselon IV yang dilantik hari itu adalah Dra. Maria Ernawati, MM yang sebelumnya Kasubid Advokasi dan KIE menduduki jabatan baru sebagai Kasubib Hubungan Antar Lembaga dan Bina Lini Lapangan,  jabatan yang ditinggalkan diisi oleh Shodiqin, SH, MM yang sebelumnya memegang jabatan sebagai Kasubbag Umum dan Humas. Sedang Jabatan Kepala Sub Bagian Umum dan Humas ditempati oleh Kandar Sugianto, SE yang sebelumnya adalah Kasubbag Administrasi dan Pengawasan. Kasubbag Ketahanan Remaja yang dulunya dijabat oleh Ir. Soehoedi Sanjoto, MM digantikan oleh Nur Hotimah S. Sos selanjutnya Ir. Soehoedi mendapat jabatan baru sebagai Kasubbag Administrasi dan Pengawasan. Terakhir, Yuyun Evriana S, S.Sos mendapat kepercayaan untuk memegang sub bidang Bina Kesertaan KB Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus. (AT/Humas Perwakilan BKKBN Jatim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *