Sinergitas Peningkatan Kualitas SDM Provider Pelayan KB

Sinergitas Peningkatan Kualitas SDM Provider Pelayan KB

 Bentuk nyata kepeBKKBN JATIMdulian tentang standart Pelayanan IUD/Implant ditunjukkan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melalui salah satu komponennya yaitu Bidang Pelatihan dan Pengembangan KKB melalui Pelatihan CTU IUD/Implant Bagi Bidan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para bidan untuk dapat memberikan pelayanan khususnya calon Akseptor IUD dan Implant sesuai dengan standart pelayanan guna meminimalisir terjadinya kegagalan maupun komplikasi. Di tahun 2013, Bidang Pelatihan dan Pengembangan KKB mengadakan Pelatihan CTU/IUD Implant sejumlah 22 (dua puluh dua) angkatan yang terbagi pelaksanaannya di Perwakilan BKKBN Provinsi serta diberbagai Kab/Kota di Jawa Timur.

Merujuk hal tersebut pada tanggal 7 – 11 Oktober 2013, dilaksanakan Pelatihan CTU IUD/Implant di Kabupaten Mojokerto. Hal tersebut adalah sebuah sinergi yang nyata dan mantap antara Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Badan PP dan KB Kab.Mojokerto, P2KP (Pusat Pelatihan Klinik Primer) Kab.Mojokerto, Rumah Sakit, dan organisasi profesi (IBI) Kab.Mojokerto yang sadar akan peningkatan mutu Pelayanan KB khususnya IUD dan Implant. Hal tersebut senada dengan sambutan yang disampaikan Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan KKB yang dalam hal ini di wakili oleh Widyaiswara Utama Moh.Sholikhan Syakur SH, M.Si, dimana beliau juga menegaskan bahwa saat ini baru sekitar 15% dari Bidan – Bidan yang telah mendapat sertifikat Standarisasi CTU IUD/Implant. Hal ini merupakan tantangan dan sebuah pemahaman bersama bahwa masih banyak Provider KB yang belum melaksanakan Standart Pelayanan sesuai dengan ketentuan sekaligus mewujudkan target MDGs 2015, dimana pemerintah berkomitmen mengintegrasikan MDGs sebagai bagian dari program pembangunan nasional dalam upaya menangani penyelesaian terkait dengan isu-isu yang sangat mendasar terutama tentang menurunkan angka kematian anak; meningkatkan kesehatan ibu;

BKKBN JATIMKepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan dalam sambutannya juga menyebutkan bahwa kedepannya diharapkan Pelatihan CTU IUD/Implant tidak hanya bergantung dari sumber dana Pemerintah saja melainkan juga ada peran aktif dari seluruh Pihak terkait, termasuk SKPD KB, DINKES, IBI, P2KP maupun provider pelayan KB itu sendiri, dimana ada sebuah komitmen mandiri secara finansial dalam melaksanakan pelatihan CTU IUD/Implant.(iy/gusprosi/latbang)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *