Sosialisasi KKB Bagi Warga Tinghoa Madiun

Sosialisasi KKB Bagi Warga Tinghoa Madiun

Untuk lebih mengenalkan masalah-masalah kependudukan dan keluarga berencana kepada warga Tinghoa khususnya di wilayah Madiun dan sekitarnya, bertempat di Klenteng Hwie Ing Kiong Madiun telah diadakan kegiatan sosialisasi Program KKB, tanggal 9 Juni 2013.
Menjadi nara sumber dalam sosialisasi ini adalah Ketua FKUB Jawa Timur Drs. H. ENDRO SISWANTORO, MSi  yang mengupas makalah dengan judul  Peranan  FKUB Dalam mewujudkan  kerukunan antar umat beragama di Jawa Timur (Pendekatan pengembangan etika dalam kedidupan antar umat beragama). Sedang Kasubid Analisis Dampak Kependudukan Perwakilan BKKBN Jatim Nyigit Wudi Amini, MSc mengetengahkan masalah Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Timur dengan Perwakilan BKKBN Jawa Timur serta FKUB Madiun.  Sosialisasi KKB mendapat perhatian  luar biasa oleh warga Tionghoa di Madiun.

Kebijakan Kependudukan dan Keluarga Berencana. Dan Drs. Imam Tabroni, MM, Wakil Ketua FAPSEDU Provinsi Jatim menelaah masalah Peran Pemuka Agama dalam program KKB.

Dalam makalahnya Drs. Hendro Siswantoro, MSi mengatakan FKUB adalah Forum yang dibentuk oleh masyarakat (melalui tokoh masing-masing agama) dan difasilitasi oleh pemerintah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan.

Dibentuk berdasarkan PBM no. 9 dan 8 Tahun 2006 atas saran dari : MUI, PGI, KWI, PHDI, WALUBI dan MATAKIN.  FKUB antara lain berperan sebagai mediator, komunikator, katalisator, motivator dan ispirator dalam mewujudkan kerukunan umat beragama.
Sementara itu  Nyigit Wudi Amini, MSc mengutip pendapat Nina Fedoroff mengingatkan bahwa  Jumlah manusia di planet bumi sebenarnya sudah melebihi daya dukung dan daya tampung lingkungan. Kita harus dengan sungguh-sungguh berupaya agar pertumbuhan penduduk dapat terkendali karena planet ini sudah tidak mampu lagi menampung penduduk lebih banyak lagi. Perubahan iklim akibat pertumbuhan penduduk yang sangat pesat berakibat buruk, miliaran penduduk terancam kelaparan.Hendro Siswantoro akhirnya menyarankan  kepada komunitas Tionghoa di Madiun dan sekitarnya untuk terus mengembangkan KUB dan rasa toleransi serta persatuan dan kesatuan bangsa, tanpa terikat pada asal suku dan etnis.

Nyigit juga mengemukakan pendapat Prof. Dr. John Beddington Chief Scientific Adviser. British Gov’t

“Karena perubahan iklim dan ledakan penduduk, menjelang tahun 2030 akan terjadi kelangkaan pangan, air, dan energi yang luar biasa yang memicu kerusuhan sosial dan konflik internasional karena akan terjadi migrasi besar-besaran dari daerah yang paling terkena dampak.”

Juga dikemukakan pendapat Dr. Jeffrey Sachs

Empat tantangan berat dekade mendatang:

(1)   Pemanasan global dan kerusakan lingkungan;

(2)    Laju pertumbuhan penduduk;

(3)    Pengentasan kemiskinan;

Kebuntuan politik yang menghalangi kerjasama global untuk mengatasi masalah tersebut; **(AT/Humas Perwakila BKKBN Jatim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *