Tantangan Kita Bergeser Pada Remaja

Tantangan Kita Bergeser Pada Remaja

Soal KB  dua anak cukup kita sudah sukses, dibuktikan dengan penghargaan MDGs Award program 5b, namun tantangan kita kini bergeser pada remaja, yang mana saat ini  banyak remaja kawin dibawah umur. Mereka kawin dibawah umur bukan karena kultur lagi, tetapi mereka terpaksa kawin karena hamil dulu. Ini harus diwaspadai.

Demikian disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Ir.Dwi Listyawardani, MSc, Dip. Com kepada para anggota Jaringan Komunitas Radio Indonesia (JRKI) Jawa Timur dalam acara Sosialisasi KIE Berbasis Komunitas Bersama Jaringan Radio Komunitas Indonesia Jatim, di ruang LIBI kantor Perwakilan BKKBN Jawa Timur (3/12).

“Pengetahuan PUS tentang KB sudah tidak diragukan lagi, namun ada fenomena baru, yakni  para pelajar dibawah umur sudah mulai senang pacaran, dampaknya sangat luar biasa, banyak terjadi kawin dibawah umur karena hamil duluan, atau terjadi aborsi ilegal, drop out dari sekolah. Ini sudah merupakan kerusakan sosial yang harus segera diatasi agar tidak terus berkembang dan berlarut-larut” tegas ibu  Dwi Listyawaradani sembari mencontohkan  di Lamongan,  dimana 63  persen atau sebanyak 12.000 perkawinan yang ada adalah merupakan perkawinan dini. Dari laporan kader di lapangan, perkawinan dini disebabkan karena pergaulan bebas.

“Saya tidak setuju ada istilah pacaran sehat, karena bagaimanapun pacaran adalah gerbang untuk menuju pergaulan bebas. Pacaran sebaiknya dilakukan kalau sudah benar-benar siap untuk menikah
“ imbuh ibu Dani.

Untuk itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim  Dwi Listyawardani berharap JRKI yang memiliki media yang dekat dengan masyarakat memberikan pencerahan kepada masyarakatnya agar tumbuh sikap kewaspadaan  di  masyarakat yakni sikap  waspada terhadap pacaran remaja.

“Dulu pacaran remaja dianggap tabu, tapi kini sudah dianggap biasa. Maka kita punya program GenRe, yang pada intinya untuk menjauhkan remaja dari 3 bahaya, yakni menjauhi pergaulan bebas, jauh dari narkoba dan jauh dari HIV /AIDs” jelas Ibu Dani. ”Upayakan remaja punya sikap, katakan tidak pada pacaran” imbuhnya.

Sementara itu, Kasubbid Advokasi dan KIE Shodiqin, SH, MM dalam laporannya,  sosialisasi KIE Bersama Komunitas JRKI se Jatim  diikuti oleh anggota JRKI seluruh Jawa Timur sejumlah 85 orang. Sosialisasi diisi dengan materi tetang pendataan keluarga, pemanfaatan KIE Kit dan sosialisasi program GenRe. Diharapkan acara ini akan mempererat kemitraan BKKBN dengan JRKI, sehingga JRKI ikut berpartisipasi dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat tetang program-program KKB dan pembangunan keluarga. (AT/Humas Perwakilan BKKBN Jatim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *