Temu Jurnalis, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Ajak Awak Media Sosialisasikan KKB

Temu Jurnalis, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Ajak Awak Media Sosialisasikan KKB

 

Surabaya – Rabu, (8/08) sekurangnya 50 orang jurnalis media cetak dan elektronik di Jatim berkumpul di Ruang Lestari, Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur guna mengikuti Sosialisasi Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB). Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Djuwartini, SKM, MM menerima langsung para awak media kemudian melakukan dialog bersama seputar perkembangan program KKB di Jatim, didampingi Kepala Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi (ADPIN) Waluyo Ajeng Lukitowati, S.St, MM.

“Media mempunyai peran yang sangat besar dalam sosialisasi program KKB. Karena prinsip kerja kami adalah merubah mindset, sikap dan perilaku masyarakat agar ikut mendukung program, mewujudkan keluarga kecil yang berkualitas dan sejahtera. Olehnya itu, masyarakat perlu informasi (program KKB) yang terus – menerus. Mohon dukungan dari rekan jurnalis untuk ikut membantu mensosialiasikan program KKB, sehingga pemahaman masyarakat akan pentingnya program KKB semakin baik,” ulas Djuwartini mengawali pertemuan dan dialog dengan jurnalis siang itu.

Djuwartini menyampaikan, saat ini capaian program KKB di Jatim menunjukkan hasil menggembirakan. Hasil telaah program KKB nasional mencatat pelaksanaan program KB di Jatim menduduki peringkat ke delapan. “Peringkat di atas Jatim diraih provinsi – provinsi yang jumlah penduduknya kecil, provinsi dengan jumlah penduduk besar seperti Jawa Barat peringkatnya masih di bawah Jatim, tetapi hasil ini perlu dimaksimalkan lagi,” ungkapnya.

Hingga Juni 2012, sebanyak 61,73% pasangan usia subur (PUS) tercatat sebagai peserta KB baru. “Jadi, lebih dari 50% KKP Jatim tahun 2012 sudah terlampaui,” imbuh wanita berkerudung ini.

Pencapaian program KKB di Jatim menurut Djuwartini dapat dioptimalkan antara lain melalui peningkatan pelaksanaan KB untuk ibu pasca persalinan, peningkatan ketahanan keluarga melalui program UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera), BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), dan BKL (Bina Keluarga Lansia).

Disamping itu, perlu penggarapan remaja secara intensif melalui program Generasi Berencana atau yang kerap disebut dengan istilah GenRe, salah satunya dengan meningkatkan kualitas PIK Remaja yang sudah berdiri. “Perlu ditingkatkan lagi kualitas PIK Remaja yang sudah ada, terutama yang masih berada pada tahap tumbuh agar bisa ke tahap tegak. Karena jika sudah menjadi tahap tegak berarti sudah semakin mandiri,” jelas Djuwartini.

Pembinaan remaja ini sangat penting mengingat jumlah remaja di Jatim yang besar, yakni mencapai 17% dari total penduduk. Remaja ini nantinya akan menikah dan memiliki keturunan, sehingga apabila tidak diatur dengan baik akan terjadi banyak kelahiran yang akan meningkatkan laju pertumbuhan penduduk di Jatim.

Permasalahan lain terkait remaja adalah masih rendahnya usia kawin pertama wanita. Menurut Djuwartini, data yang ada menunjukkan rata-rata usia kawin pertama wanita di Jatim 19,7. Artinya masih ada wanita yang menikah di bawah usia 20 tahun.

”Melalui program GenRe, remaja – remaja ini terus dibina agar tidak menikah muda dan terhindar dari tiga musuh remaja yaitu narkoba, seks bebas dan HIV/AIDS. Baru – baru ini, BKKBN juga telah bekerja sama dengan LKKNU (Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama) untuk meningkatkan sosialisai program GenRe khususnya melalui pondok pesantren,” lanjut Djuwartini.

50 awak media yang hadir sedikitnya datang dari 29 media cetak dan elektronik di Jatim. Diantaranya Radio RRI, Radio Elshinta, Radio Kota, TVRI, SBO, Arek TV, Okezone, Viva News, Antara, Detik, serta media cetak Radar Surabaya, Suara Pembaruan, Bhirawa, Panjebar Semangat, Kirana, Surabaya Pagi, dan Bidik Nasional. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *