Tingkatkan Kualitas Pelayanan KB Implan melalui Pertemuan Koordinasi Bersama PC IB

Tingkatkan Kualitas Pelayanan KB Implan melalui Pertemuan Koordinasi Bersama PC IB

Menurut Hasil SDKI Tahun 2012 diketahui bahwa Provinsi Jawa Timur belum mencapai hasil yang optimal untuk pencapaian kesertaan KB dengan menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Pun dalam beberapa tahun terakhir telah dilakukan berbagai rangkaian kegiatan pelayanan kontrasepsi MKJP seperti implan dan IUD yang dilakukan secara serentak di Kabupaten Kota dengan melibatkan mitra kerja dalam berbagai momentum.

“Pelayanan kontrasepsi MKJP secara serentak tersebut masih perlu ditingkatkan sehingga dapat mendukung kenaikan pencapaian peserta KB MKJP. Namun, pada pelaksanaannya kita harus tetap memperhatikan kualitas pelayanannya. Jangan mengesampingkan faktor keamanan dan kenyamanan bagi para akseptor.”

Hal tersebut disampaikan Kasubbid Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintah dan Swasta Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, dr. Sofyan Rizalanda selaku Ketua Penyelenggara Pertemuan Koordinasi Bagi Pejabat Eselon IV SKPD KB dan Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kota Se Jawa Timur di Ruang LIBI, Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Jum’at (20/09).

Pertemuan yang juga mempersiapkan pelaksanaan kegiatan “Pekan Pelayanan KB Implan Cantik Bersama IBI” yang dijadwalkan pada tanggal 30 September sampai 5 Oktober 2013 yang akan datang ini dihadiri oleh Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Jawa Timur, Endang Sri Resmiati, SH, SST, MM.Kes, Kepala Bidang KB SKPD KB dan Ketua Pengurus Cabang IBI Kabupaten/ Kota Se Jawa Timur.

Pada kegiatan pelayanan selama enam hari tersebut selain akan difasilitasi pelayanan KB MKJP implan bagi para calon akseptor juga akan dilaksanakan pencabutan dan pemasangan kembali alat kontrasepsi implan bagi akseptor KB implan yang telah mencapai akhir masa aktif penggunaan implannya.

“Sering terjadi pada saat pelayanan, lebih fokus pada peserta KB baru, sedangkan akseptor KB yang sudah waktunya ganti alat kontrasepsi kurang mendapat perhatian. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi atau komplikasi sampai pada terjadinya kehamilan, karena alat kontrasepsi atau implan yang terdapat dalam tubuh akseptor sudah tidak efektif lagi sebagai alat kontrasepsi. Untuk itu implan harus dicabut kemudian diganti dengan yang baru,” ungkap PLT. Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dra. Suhartuti, MM saat menyampaikan arahannya.

“Perlu diketahui bahwa masa aktif alat kontrasepsi  implan BKKBN pada tubuh akseptor adalah 3 tahun. Implan yang dipasang pada tahun 2010 atau sebelumnya, pada tahun 2013 ini harus segera diganti,” imbuh Dra. Suhartuti.

Permasalahan lain yang sering dihadapi adalah masih banyak akseptor KB implan yang enggan kembali ke tempat pelayanan KB. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor antara lain, ketidaktahuan akseptor, kurangnya informasi karena belum tersentuh oleh pembinaan atau KIE peserta KB aktif, hingga terbentur problem biaya.

Melalui pertemuan koordinasi bersama Kepala Bidang KB dan Ketua PC IBI di Kabupaten Kota ini diharapkan berbagai permasalahan tersebut dapat dihindari dengan cara meningkatkan akses serta kualitas pelayanan KB implan serta penggantian implan yang masa aktifnya sudah habis di klinik KB pemerintah, swasta maupun di tempat praktek Bidan swasta. Selain itu diharap semua pihak dapat berkomitmen untuk ikut menurunkan angka komplikasi serta kegagalan KB MKJP implan melalui pembinaan akseptor KB aktif implan melalui kegiatan KIE (Komunikasi, informasi dan edukasi) KB secara berkesinambungan.

Pertemuan koordinasi  ini membahas antara lain Perkembangan Penggunaaan Kontrasepsi di Jawa Timur, Pilihan Kontrasepsi Implan sebagai Metode Kontrasepsi di Jawa Timur, serta Koordinasi Teknis Pelaksanaan Penggantian Implan.

“Sehingga pelayanan KB serentak pada momentum khusus berikutnya tidak hanya meningkatkan peserta KB baru, namun juga memperhatikan kualitas pelayanan serta tetap menjaga kesinambungan akseptornya, sehingga peserta KB aktif di Jawa Timur juga tetap  terjaga,” pungkas Suhartuti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *