TNI Dukung Program BKKBN Jatim

TNI Dukung Program BKKBN Jatim

 SBY Kunjungi Baksos TNI KB Kesehatan di Situbondo

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Bhakti Sosial (Baksos) TNI-KB Kesehatan di Pelabuhan Jangkar Situbondo, Jawa Timur pada hari Jum’at lalu (3/5). Presiden tiba di lokasi acara sekitar pukul 13.00 dengan didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Plt. Kepala BKKBN Dr. Sudibyo Alimoeso, MA, Deputi ADPIN, Drs. Hardiyanto, dan Deputi KB/KR, dr. Yulianto Witjaksono, AS.

Acara tersebut menunjukkan bahwa peran TNI dalam memberikan bantuan dan dukungan terhadap pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Jawa Timur semakin nyata. Komitmen pimpinan TNI di Jawa Timur hingga jajaran di lini lapangan yang terus berlangsung adalah bukti bahwa TNI merupakan bagian integral dari pembangunan di Jawa Timur.

Bakti Sosial TNI KB Kesehatan telah menjangkau wilayah-wilayah sulit, baik yang tergolong wilayah tertinggal, terpencil maupun perbatasan. Di sana terus diupayakan pelayanan sosial dasar KB dan Kesehatan (KB Kes).

“Baksos TNI KB Kes kembali kami gelar tahun ini untuk kesekian kali. Dampak kegitan ini sangat luar biasa. Tren cakupan peserta KB Baru setiap tahun terus menunjukkan peningkatan yang signifikan,” jelas Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Djuwartini, SKM, MM.

Kegiatan yang bertema Baksos TNI KB Kes Meningkatkan KEmanunggalan TNI dengan Rakyat itu juga dihadiri Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, Jajaran Muspida Kabupaten Situbondo juga turut serta dalam acara tersebut.

Setelah melaksanakan Baksos, Presiden meninjau pameran yang menampilkan berbagai kegiatan dan pencapaian kerjasama antara BKKBN dan TNI. Selain itu Presiden mengunjungi tenda dan bus yang memberikan pelayanan KB MKJP (IUD, Implan, MOW dan MOP) kepada sekitar 2.700 warga Situbondo.

Selain mengadakan baksos bersama TNI, BKKBN Jatim menyelenggarakan kegiatan Gerebek Pasar (Gerakan Pemberdayaan Keluarga Pas Sasaran) dan Generasi Berencana (GenRe) Goes to Pondok Pesantren di Situbondo. Melalui program GenRe, BKKBN Jatim berupaya menurunkan angka kelahiran melalui pendewasaan usia perkawinan.

“Remaja menjadi fokus perhatian kami, termasuk yang ada di pondok pesantren. Kami akan menyosialisasikan program GenRe kepada sekitar seribu santriwan/ santriwati di Pondok Pesantren Situbondo. Tujuannya dapat mengenalkan kesehatan reproduksi sejak usia dini,” tegas Djuwartini.

Sumber : Jawa Pos edisi Minggu, 5 Mei 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *