TP PKK Kabupaten Blitar, Raih Prestasi dengan Komunikasi, Inovasi dan Kerjasama

TP PKK Kabupaten Blitar, Raih Prestasi dengan Komunikasi, Inovasi dan Kerjasama

 

Dalam paruh dasawarsa terakhir, TP PKK Kabupaten Blitar berhasil menunjukkan prestasi di tingkat nasional. Setelah sejumlah penghargaan berhasil dikoleksi, tahun lalu, utusan yang diberangkatkan Provinsi Jatim ini kembali menyabet Pakarti Utama II dalam Lomba Pelaksana 10 Program Pokok PKK Tingkat Nasional. Tahun ini, TP PKK Kabupaten ini sedang berjuang merebut dua kategori lomba tingkat nasional sekaligus. Apa resep prestasi mereka?

Menurut Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Era Satlityawati Herry Noegroho, SH. yang telah menjabat sebagai Ketua TP PKK Kab. Blitar mulai tahun 2006 hingga sekarang, TP PKK Kabupaten Blitar bisa berhasil karena giat dalam berkomunikasi dan inovasi. Selain dua hal tersebut, tidak kalah penting yaitu  kemitraan atau kerjasama  yang baik dengan pihak-pihak terkait agar dapat saling bersinergi dalam pelaksanaan program. Hal ini diungkapkannya saat ditemui di Pendopo Kabupaten Blitar 19 April lalu.

“Kita terbiasa dengan komunikasi yang cepat. Komunikasi semacam ini kita intensifkan di setiap kecamatan dengan waktu yang rutin dan berjenjang. Biasanya kita sharing informasi, evaluasi dan kadang merancang program baru,” tutur ibu dua anak tersebut.

Model komunikasi ini, menurut Era tidak hanya dilakukan menjelang lomba, namun dibangun secara rutin baik di internal TP PKK Kabupaten, maupun ke Pengurus PKK kecamatan bahkan desa. “Tujuan kita memang bagaimana 10 Program Pokok PKK itu bisa terfokus,” ujar penerima Menggala Karya Kencana Tahun 2006 ini.

Dari komunikasi intensif itu akhirnya muncul berbagai usulan, kreasi dan inovasi mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Beberapa inovasi yang menjadi khas PKK Kabupaten Blitar adalah Warung Posyandu, Nenek Asuh, Tabungan Anak dan Meja VI Posyandu Bidang Konsultasi Kenakalan Anak.

Inovasi tersebut menjadi andalan Posyandu Kabupaten Blitar dalam Lomba Kesatuan Gerak PKK-KB Kes tingkat Nasional. “Biasanya Posyandu kan hanya sampai meja lima, nah disini ada Meja Enam, yakni konsultasi kenakalan remaja. Itu salah satu andalan kita. Jadi semacam tempat curhat,” terangnya.

Selain Meja Enam Posyandu, inovasi lain PKK Kabupaten Blitar adalah Warung Posyandu. Warung Posyandu adalah layanan kesehatan yang memanfaatkan bakul etek (penjual sayur keliling, red) sebagai penyambung informasi pentingnya Posyandu. Di desa, lanjut Era,  sudah lazim  bakul etek jadi tempat berkumpulnya ibu-ibu. Fungsi itu kemudian dimanfaatkan sebagai ajang sosialisasi. “Ini kan cara-cara yang sangat tradisional,. Daripada ngrumpi untuk hal-hal yang negatif mending digunakan untuk yang positif,” tegasnya.

Sedangkan program Nenek Asuh, lanjut Era, adalah program yang memanfaatkan peran para nenek di desa untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada ibu-ibu yang menyusui. “Umumnya ucapan nenek lebih didengar karena dianggap lebih tua dan berpengalaman. Mereka itu kita kumpulkan, kita beri penjelasan untuk diteruskan pada anak-anaknya yang memiliki balita,” ujarnya.

Selain komunikasi intensif, salah satu poin penting lain dalam mendukung sukses TP PKK Kab. Blitar adalah kerjasama yang sinergis dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) seperti Dinkes, Bapemas, BPPBK, BKKBN dan instansi lainnya. Disamping itu, dukungan Pemkab setempat menjadi andil penting, diantaranya melalui alokasi 6% dari ADD (Alokasi Dana Desa) untuk kegiatan PKK di desa.

Sekedar diketahui, tahun ini Kabupaten Blitar berhasil lolos sebagai nominator dalam dua lomba tingkat nasional, yakni, 10 Program Pokok PKK dan Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kes. Untuk Lomba pertama, PKK Kabupaten ini diwakili oleh Desa Jati Kecamatan Udanawu dengan jenis lomba UP2K PKK, sedangkan lomba kedua, diwakili Desa Plosorejo Kec. Kademangan dengan jenis lomba Posyandu. “Mudah-mudahan saja bisa juara lagi,” harapnya.

Sumber : Majalah Wanita Puspa (edisi 16 Mei 2012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *