Wagub Jatim : Waspadai Dampak Kenaikan Jumlah Penduduk

Wagub Jatim : Waspadai Dampak Kenaikan Jumlah Penduduk

Kenaikan jumlah penduduk di Jawa Timur perlu diwaspadai. Karena akan membawa dampak bagi pembangunan. Pertambahan penduduk secara kuantitas tanpa disertai oleh perimbangan kualitas penduduk justru akan menambah beban bagi daerahnya. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H.Saifullah Yusuf pada Peringatan Penduduk Dunia Tujuh Milyar, Peluncuran Gardalila, dan launching Perilaku Hidup Berwawasan Kependudukan (PHBK) di Lenmarc Surabaya, Rabu (23/11).

“Kemiskinan,kelaparan,kesenjangan kesehatan dan pendidikan adalah permasalahan ekonomi,sosial dan budaya yang merupakan dampak tidak langsung dari bertambahnya jumlah penduduk” kata Gus Ipul sapaan lekat Wagub Jatim itu.

Data pada sensus penduduk 2010 jumlah penduduk di Jatim saat ini sejumlah 37,5 juta jiwa, telah meletakan Jatim di rangking ke dua dari 33 provinsi di Indonesia. Dari data BPS, hasil pengukuran kualitas manusia atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukan tahun 2009 sebesar 71,06. Data tersebut menunjukan Jatim terletak pada rangking 18 dari 33 provinsi. Hal ini menggambarkan kualitas sumber daya manusia di Jatim masih menyisakan berbagai persoalan terutama bidang daya beli masyarakat.

Dari fenomena tersebut, Gus Ipul mengatakan, pengendalian jumlah penduduk memiliki kontribusi yang signifikan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas penduduk.

Terkait pengendalian jumlah penduduk, ia mengatakan, hal tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab BKKBN saja. Tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh sektor pemerintah maupun swasta yang memiliki andil cukup besar dalam pengendalian pertumbuhan penduduk. Total kelahiran bayi atau Total Fertility Rate (TFR) di Jatim adalah 1,64 jauh dibawah TFR nasional sebesar 2,41. Hal ini nantinya merupakan salah satu peluang untuk mencapai jumlah penduduk yang seimbang pada tahun 2015 nanti.

“Pemprov Jatim mengapresiasi kepada petugas lini lapangan keluarga berencana yang menjadi ujung tombak pengendalian jumlah penduduk yang bekerja siang dan malam guna melaksanakan tugas mulia untuk mengantarkan masyarakat Jatim ke gerbang kesejahteraan melalui pengendalian kelahiran atau keluarga berencana” kata Gus Ipul.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul bersama Menko Kesra Agung Laksono dan Kepala BKKBN Pusat Dr.dr.Sugiri Syarief,MPA meresmikan peluncuran Gerak dan Langkah Lini Lapangan (Gardalila), launching PHBK (Perilakiu Hidup Berwawasan Kependudukan) serta menyerahkan sertifikat dari Presiden RI kepada salah seorang bayi bernama Ahmad Saptaji Adibuwono yang lahir tepat pada tanggal 31 Oktober 2011 di Kabupaten Situbondo terpilih sebagai salah satu bayi ke 7 Milyar di Indonesia.          Dalam sambutannya, Sugiri Syarif menghimbau kepada Perwakilan BKKBN Jatim agar bermitra kerja dengan pemerintah daerah maupun dengan stake holder lainnya membangun masyarakat yang berwawasan kependudukan untuk bersama-sama membentuk dan membina sikap, perilaku keluarga dan masyarakat agar memiliki nilai dan mempraktekan nilai PHBK menjadi manusia Indonesia yang cerdas,terdidik, berwawasan rasional dan bertanggung jawab sesuai dengan amanat UUD 1945. (AT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *