Warga Kota Blitar Serbu Pelayanan MOP

Warga Kota Blitar Serbu Pelayanan MOP

Dalam rangka mempercepat KKP MOP, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemas KB) Kota Blitar mengadakan pelayanan MOP secara cuma-cuma. Agar pelayanan MOP diketahui masyarakat banyak, dan juga mampu menarik masyarakat pada umumnya, pelayanan MOP dilakukan di pasar Legi Kota Blitar.

”Bagi masyarakat Blitar MOP masih termasuk barang langka, mereka takut untuk mengikuti vasektomi karena takut kehilangan gairah di ranjang” ujar Kepala Bapemas KB kota Blitar M. Taufik.

Pelayanan MOP di pasar Legi dilakukan bekerja sama dengan Perwakilan BKKBN Jatim yang mengirimkan bus operasi  dan   Tim Pelayanan MOP dipimpin oleh dr. Sofyan Rizal, dokter ahli yang sudah berpengalaman melakukan vasektomi. Pelayanan dijadwalkan sehari dengan akseptor terdaftar sekitar sepuluh orang. Sebelum pelaksanaan pelayanan, acara yang dihadiri oleh para petugas lapangan KB Kota Blitar, SKPD terkait, media dan Muspida dilakukan seremonial pembukaan dan sambutan  Walikota Blitar yang diwakili oleh  Asisten Pembangunan.

Dalam sambutannya Ass. Pembangunan Kota Blitar sangat mendukung Program KB di kota Blitar, termasuk dilaksanakannya pelayanan MOP untuk para pria. Asisten berharap masyarakat mau mensukseskan acara yang dilaksanakan di Pasar Legi tersebut. Dikatakan bahwa MOP tidak mengurangi kejantanan, sebagai wujud sayang kepada istri, juga tidak mengurangi sedikitpun kenikmatan di ranjang. Konon malah menambah gairah karena sudah tidak dibayang-bayangi akan adanya kehamilan.

Usai pidato dari asisten acara pun dimulai, satu persatu mereka yang sudah mendaftar dilayani. Ternyata, pendaftar yang tadinya hanya sekitar sepuluh orang,  pendaftar terus saja menyerbu sampai mencapai tiga puluh lebih. Panitia pun kewalahan, ternyata animo warga kota Blitar untuk mengikuti MOP besar sekali. Pendaftaran terpaksa ditutup. Mereka ada yang dari PNS, TNI, wiraswasta dan masyarakat pada umumnya.

“Akhirnya saya putuskan pelayanan menjadi dua hari, karena untuk dilakukan sehari tidak mungkin” ujar dr. Sofyan. Selama dua hari Kamis-Jumat tgl. 15-16 September 2011, akhirnya dapat dilayani pria untuk menjalani MOP sebanyak 30 orang.

“Sebenarnya masih banyak yang akan ikut, tapi karena keterbatasan waktu akan kami layani lain hari” imbuh dokter yang bisa melayani seorang pria untuk MOP sepuluh sampai 20 menit, tergantung situasi dan kondisi pasien. Ditambahkan untuk mengikuti MOP gampang, seorang pria minimal sudah punya dua orang anak, anak terkecil sudah lewat balita, dan yang bersangkutan dalam keadaan sehat. (AT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *